Saat ku lebur semua ini dalam pikiran
Timbul banyak pertanyaan yang tak mungkin
Untuk aku sendiri menjawabnya
Namun harus aku akui
Rasa galau ini kalah besar dengan Rasa cintaku
Tuhan . . . Ampuni aku
dulu aku pernah menghakimi-Mu dengan pertanyaan
Mengapa Kau ciptakan cinta yang tak mungkin bersatu?
Tetapi tak ada yang bisa menjawabnya
Sayang, bertahun-tahun lamanya kita bersama
adakah arti semua ini ?
Kalau ternyata kita tetap Merasa benar terhadap
keyakinan kita masing-masing,
Argumen, cinta, prinsip, tujuan hidup, bahkan pemikiran
kita sangat jauh berbeda.
tetapi bukankah cinta menyatukan perbedaan itu ?
{ Puisi tak bertuan}
Sepenggal puisi Cinta dari seseorang yang tak dikenal!
Kami temukan puisi tersebut dalam sebuah Kotak Merah
Kami yakin bahwa siapapun kamu, perasaanmu terhadap cinta itu begitu dalam.
Mungkin benar, bahwa cinta dapat menyatukan perbedaan, tetapi apakah kamu yakin dengan perbedaan yang begitu kompleks dan mendasar,
Dua manusia yang saling jatuh cinta dapat bersatu ?
Kalau pun iya, pasti butuh perjuangan dan pengorbanan yang tidak kecil.
THINK ABOUT IT !!!
Good Luck !!!
{YP}
It depends on you,
whether you see those differences
as a final or as a process.
Think about Chemistry,
How many elements in this world,
they are different,
you can let them being themselves,
but also you can react them to become something new.
Of course the products could be better or getting worse,
again… it depends on your side of view.
{naayni}
Malang, 26 Juli 2003
Kepada SIAPA-pun yang Sedang Jatuh Cinta, sedang Mendambakan sebuah Cinta ataupun yang PeRnaH merasakan Indahnya Cinta . . .
Pernahkah terlintas di benak kita akan segala bentuk konsekuensi, resiko dan tanggungjawab yang timbul atas nama cinta ???
To loving or to be loved is a Nice thing
just if we’re Ready for all that consequences.
Bersyukurlah bila cinta itu memberi kesempatan untuk saling memberi dan menerima apalagi bila dari-nya kita dapatkan Sesuatu yang mampu membuat kita menjadi orang yang lebih baik.
Namun bila cinta itu membuat kita menghadapi perbedaan, persoalan atau mengharuskan kita berdiri di perSIMPANGan, tak perlu ber-Putus Asa.
Inilah saat-nya bagi kita untuk melihat lebih dekat dan menyelami Hakekat cinta.
Dukungan akal sehat, hati nurani dan petunjuk-Nya
akan mendatangkan sebuah kekuatan . . . .
The power of love, a TRUE love !
{End’s}
Buat Pembuat Puisi
K-lo’ kamu jatuh cinta
Tak perlu kau hakimi Tuhan
Tak usah kau tanya ‘mengapa’
Karena semua itu sudah suratan takdir
Yang telah ada dalam Skenario-Nya
Terima dan hadapi dengan ikhlas
Meskipun harus melalui masa yang amat pahit sekalipun
Ekspresikan peranmu sesempurna mungkin pada Sandiwara kehidupan ini . . . agar cerita hidup ini lebih menarik.
Segala perbedaan memang tidak bisa dipaksakan ‘tux sama
Namun, ada satu hal yang bisa ‘menyerupakan’
Satu hal itu terkemas dalam kata ‘PENGERTIAN’.
K-lo’ kata itu sudah diperoleh…
Pondasi bangunan yang akan kalian bangun… sudah siap.
‘UNDERSTANDING’ IS PART OF THE POWER OF LOVE.
Pada dasarnya manusia hanyalah wayang & Tuhan adalah sutradaranya.
Uneg-uneg-e wong Organik
Peace.
{N’thonx}
Wednesday, March 18, 2009
PREFACE of the O...Diary (typed version)
Our beloved Lab O, Jumat, 30 April 2004, 17.25
{Thanks to Arron for the Computer}
***
Mengingat kembali sejarah lahirnya O-diary, yg awalnya tak lebih dr buku curhat kehidupan Lab O. Nyatanya tak hanya meng-cover kehidupan lab O itu sendiri. Namun sudah merasuk ke detak jantung penghuni, penggemar dan orang2 yg merasakan ikatan batin dg Lab O. Bahkan saat keberadaannya tak lagi menyemarakkan lab O, keterikatan dg O-diary sulit u/ diputus.
Ngga’ Rela rasanya melihat O-diary terlupa dan tersisih di Lab O itu sendiri. Ngga’ tega jika cerita O-diary berhenti begitu saja, terpotong hanya karena ruang yg tak lagi menyatukan. Sedangkan cerita yg tersisa masih bertumpuk dalam ingatan kita.
Biarlah semua mengalir seindah kenangan yg terukir hingga O-diary tak lagi terikat pada Lab O. Karna JIWA tak hanya terikat pada satu ruang. Karna JIWA-lah Inspirasi yg tak kan mati. Dan O-diary tlah mjd Inspirasiku, tuk belajar & terus BELAJAR, tuk ber-REAKSI sesuai kondisi.
O-diary pula peredam multi fungsi-ku, redakan gejolak hati, amarah, kecewa & sakit hati. Hingga percikan bunga api gembira tak lagi silaukan mata dan duka nestapa tak sampai luluh lantakkan dada.
***
AlhamduliLlah selesai juga pengetikan O-diary ini. Terimakasih pada semua kontributor, simpatisan, sponsor yang telah sangat mendukung tersusunnya buku ini. Paragraf di atas adalah kutipan dari tulisan Mbak Endah di penghujung O-diary {Editor}.
{Thanks to Arron for the Computer}
***
Mengingat kembali sejarah lahirnya O-diary, yg awalnya tak lebih dr buku curhat kehidupan Lab O. Nyatanya tak hanya meng-cover kehidupan lab O itu sendiri. Namun sudah merasuk ke detak jantung penghuni, penggemar dan orang2 yg merasakan ikatan batin dg Lab O. Bahkan saat keberadaannya tak lagi menyemarakkan lab O, keterikatan dg O-diary sulit u/ diputus.
Ngga’ Rela rasanya melihat O-diary terlupa dan tersisih di Lab O itu sendiri. Ngga’ tega jika cerita O-diary berhenti begitu saja, terpotong hanya karena ruang yg tak lagi menyatukan. Sedangkan cerita yg tersisa masih bertumpuk dalam ingatan kita.
Biarlah semua mengalir seindah kenangan yg terukir hingga O-diary tak lagi terikat pada Lab O. Karna JIWA tak hanya terikat pada satu ruang. Karna JIWA-lah Inspirasi yg tak kan mati. Dan O-diary tlah mjd Inspirasiku, tuk belajar & terus BELAJAR, tuk ber-REAKSI sesuai kondisi.
O-diary pula peredam multi fungsi-ku, redakan gejolak hati, amarah, kecewa & sakit hati. Hingga percikan bunga api gembira tak lagi silaukan mata dan duka nestapa tak sampai luluh lantakkan dada.
***
AlhamduliLlah selesai juga pengetikan O-diary ini. Terimakasih pada semua kontributor, simpatisan, sponsor yang telah sangat mendukung tersusunnya buku ini. Paragraf di atas adalah kutipan dari tulisan Mbak Endah di penghujung O-diary {Editor}.
O… Diary
Typed version
Achmad Ashadi {Sugrignard}
Dwi Miftahul Ma’rufah {Dwi}
Emi Sulami {N’thonx}
Endah Hayuning Pangastuti {End’s}
Hidayah Fajrin Fathiyah (Day}
Lina Erdawati (Purple Girl}
Rachmawati Ningsih {RaCHma}
Ratna Dwi Puspita {Naayni}
Torang Sahat Hamonangan (Torang)
Uswatun Hasanah (BluschBuzh}
Yuliana Purwaningsih {YP}
O-Publishing
Malang, 2004
Typed version
Achmad Ashadi {Sugrignard}
Dwi Miftahul Ma’rufah {Dwi}
Emi Sulami {N’thonx}
Endah Hayuning Pangastuti {End’s}
Hidayah Fajrin Fathiyah (Day}
Lina Erdawati (Purple Girl}
Rachmawati Ningsih {RaCHma}
Ratna Dwi Puspita {Naayni}
Torang Sahat Hamonangan (Torang)
Uswatun Hasanah (BluschBuzh}
Yuliana Purwaningsih {YP}
O-Publishing
Malang, 2004
Subscribe to:
Posts (Atom)