Setelah 2 hari yang melelahkan itu, masih ada perjalanan yang melelahkan (sepertinya sih, soalnya aku ngga’ ikut). Entah malam Minggu atau Minggu paginya Yuli dapat instruksi dari Bapak untuk ikut ke Yogya. Karena sangat mendesak dan sebetulnya tidak seperti keinginan kami yang sudah berencana pulang hari Minggu itu, ada satu yang tertinggal,…….yaitu aku!! I missed the trip and I got surprised when in Monday morning my phone rang and I hear that news,
“Ratna saiki nang ndi?”
“Nang omah
(eh……kleru ding, wong wis nggenah telfone nang omah, sorry rada lali!!!)
Kira-kira percakapannya seperti ini :
“Ratna mulihe kapan?”
“Wingi Ndah, jam sepuluhan”
“Aaaa….”
“Apa Ndah?”
“Aku saiki nang Yogya!”
“WAAAA!!!!”
Maka seharian itu kudendangkan lagu KLA dengan sendu….
Kapankah pulang ke kota itu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masihkah seperti dulu
Akankah tiap sudut menyapaku bersahabat
Mungkinkah penuh selaksa makna
Of course I could not sang the song like the way it is used to be, cause I’m not there, in Yogyakarta, so the lyrics of the song turn to questions.
Hayyyooo….sekarang sesi berikutnya siapa mo cerita…??
{Naayni}
Friday, March 20, 2009
Perjuangan
171203
Back to ……..120903!!!
Menyambung cerita Ashadi :
Kami semua kerja keras menyelesaikan sintesis feromon dlm minggu ini, dan hari ini adalah hari terakhir (deadline).
Mlm ini Ashadi dkk telah menyelesaikan sintesisnya, dan mereka sekarang udah terlelap dlm buaian mimpi. Mereka (Pooh, Evi, Uus dan Arron) tidur di bangku Lab, sedangkan Ashadi nyepi di Musholla Peternakan (ketemu siapa Ash disana hi..hi..hi).
Kami bertiga (Endah, Ratna + aku) mendapat tugas memisahkan hasil sintesis. Sedangkan Rahma KLT, hebat dia tidak tidur semalaman. Kami selesai jam 03.00 pagi (Sabtu dinihari) dan memutuskan untuk tidur agar fisik tidak lelah. Di lacinya Dwi ada sleeping bag…so pinjam ya Umi. Kamu pernah ga membayangkan ada orang dengan sepasang kaki ttp punya tiga kepala…. Ya begitulah kami tidur. Sepertinya Endah dan Ratna tidur nyenyak tapi aku ga bisa tidur, habis kaki ga bisa gerak sih.
Paginya Ashadi dkk memulai sintesis lagi. Aku, Endah + Nay pingin tidur karena ga tahan dengan rasa kantuk.
Jam 11.00 kami pulang dan istirahat di tempat masing-masing.
Tiba di kost aku masih blm tidur tapi membereskan cucianku, bisa tidur baru jam 14.00. Kira2 jam 15.00 Hpku berbunyi, Pooh bilang aku disuruh balik ke Lab. Rasanya pusing banget, baru bisa tidur udah dibangunin. Akhirnya dengan langkah gontai aku datang ke Lab. Disana aku nemenin anak2 dan mempersiapkan apa aja yg akan dianalisa ke Yogya dan ke Surabaya.
Selesai itu yang lainnya pada pulang dan aku masih juga di Lab nemenin Emi KLT sampai jam 20.30. Tapi thanks ya Em aku ditraktir Soto Banjar.
Lain kali lagi yaaaa!!!
Bener2 2 hari yang melelahkan!!!
{YP}
Back to ……..120903!!!
Menyambung cerita Ashadi :
Kami semua kerja keras menyelesaikan sintesis feromon dlm minggu ini, dan hari ini adalah hari terakhir (deadline).
Mlm ini Ashadi dkk telah menyelesaikan sintesisnya, dan mereka sekarang udah terlelap dlm buaian mimpi. Mereka (Pooh, Evi, Uus dan Arron) tidur di bangku Lab, sedangkan Ashadi nyepi di Musholla Peternakan (ketemu siapa Ash disana hi..hi..hi).
Kami bertiga (Endah, Ratna + aku) mendapat tugas memisahkan hasil sintesis. Sedangkan Rahma KLT, hebat dia tidak tidur semalaman. Kami selesai jam 03.00 pagi (Sabtu dinihari) dan memutuskan untuk tidur agar fisik tidak lelah. Di lacinya Dwi ada sleeping bag…so pinjam ya Umi. Kamu pernah ga membayangkan ada orang dengan sepasang kaki ttp punya tiga kepala…. Ya begitulah kami tidur. Sepertinya Endah dan Ratna tidur nyenyak tapi aku ga bisa tidur, habis kaki ga bisa gerak sih.
Paginya Ashadi dkk memulai sintesis lagi. Aku, Endah + Nay pingin tidur karena ga tahan dengan rasa kantuk.
Jam 11.00 kami pulang dan istirahat di tempat masing-masing.
Tiba di kost aku masih blm tidur tapi membereskan cucianku, bisa tidur baru jam 14.00. Kira2 jam 15.00 Hpku berbunyi, Pooh bilang aku disuruh balik ke Lab. Rasanya pusing banget, baru bisa tidur udah dibangunin. Akhirnya dengan langkah gontai aku datang ke Lab. Disana aku nemenin anak2 dan mempersiapkan apa aja yg akan dianalisa ke Yogya dan ke Surabaya.
Selesai itu yang lainnya pada pulang dan aku masih juga di Lab nemenin Emi KLT sampai jam 20.30. Tapi thanks ya Em aku ditraktir Soto Banjar.
Lain kali lagi yaaaa!!!
Bener2 2 hari yang melelahkan!!!
{YP}
dari Redaksi
Senin, 3 November 2003, 04.15
(Untuk informasi, tulisan kali ini ditulis diluar Lab O)
Ngga’ nyangka kalo ternyata buku harian yang penampilan aslinya kucel ini banyak juga peminatnya. Mungkin karena sudah terlanjur jadi tempat menampung segala uneg-uneg.
Demi menyelamatkan esensi cerita itulah maka O-Diary coba ditulis ulang dalam format ketikan. Jangan sampai cerita2 yang penuh kenangan itu hilang karena lembaran buku hariannya semakin ‘kusyut’. Ada juga sih alternatif lain, dg fotokopi atau laminating.
What do you think?
Setelah beberapa lembar kuketik ulang, ada sedikit nuansa yang hilang, yaitu keunikan coretan masing2 kontributor. Ternyata bukan sekedar isi yang menjadi kekuatan buku harian ini, tapi juga bgm isi itu digoreskan di lembaran-lembarannya.
Terutama tulisan Endah yang menurutku sangat menarik, pilihan besar kecilnya huruf serta ritme penulisan terasa pas dengan latar belakang cerita (sorry Ndah, kalo aku sering ST).
Puisi aliran Curhatisme-nya Mbak Yuli cukup manis buat disimak… semanis…..SENYUMNYA!!!!
Tulisan Ashadi cukup khas dengan bahasa Jawanya yang sempat bikin Hidayah males ikutan nimbrung karena agak kesulitan mbaca tulisan dalam bahasa Jawa (jadi minoritas nih Day ? ). Tentang tulisan Day sendiri ……. alih-alih m’dptkan satu cerita, kita akan menemukan banyak hal di sana.
Tulisan Lina si Purple Girl … begitu ungu ! Sementara Uswatun ‘BluschBuzh’ sering mengajak kita menjelajahi ‘kimia kehidupan’. Thanks to Emi N’thonx ~yang ngga’ kalah ‘njawani’ dg Ashadi~ atas sebuah topik yang mengundang banyak orang menulis di O-Diary ini.
RaCHma ….. tulisannya mengundang senyuman. Never give up, Sist! Lika-likumu menjalani TA hampir sama dg kisahku. Alhamdulillah kita dihadapkan pada kesulitan (ingat … namanya kesulitan, bukan kesusahan) shg kita bisa selalu mengingatNya. Karena kecenderungan manusia jika ditimpa kesulitan akan teringat Tuhannya, sementara jika diuji dg kesenangan ia mudah sekali lupa. Semoga bgmpun bentuk ujian itu, kita bisa memberikan sikap terbaik! Ahh… jadi ingat Aa’ yang telah mengingatkan kita pada Rasul mulia kekasih Allah~Muhammad SAW.
(Buat Endah : )
Tentang tulisan Torang dan Dwi, belum bisa kukomentari. Apalagi tulisanku sendiri, MASA’ JERUK MINUM JERUK ?
Forum ini masih terbuka, semoga masih ada peminatnya dan masih ada kesempatan untuk saling berbagi.
Oya, tolong donk tulisanku dikomentari juga.
Thanks to all of you,
Forgive all my faults.
{Naayni}
(Untuk informasi, tulisan kali ini ditulis diluar Lab O)
Ngga’ nyangka kalo ternyata buku harian yang penampilan aslinya kucel ini banyak juga peminatnya. Mungkin karena sudah terlanjur jadi tempat menampung segala uneg-uneg.
Demi menyelamatkan esensi cerita itulah maka O-Diary coba ditulis ulang dalam format ketikan. Jangan sampai cerita2 yang penuh kenangan itu hilang karena lembaran buku hariannya semakin ‘kusyut’. Ada juga sih alternatif lain, dg fotokopi atau laminating.
What do you think?
Setelah beberapa lembar kuketik ulang, ada sedikit nuansa yang hilang, yaitu keunikan coretan masing2 kontributor. Ternyata bukan sekedar isi yang menjadi kekuatan buku harian ini, tapi juga bgm isi itu digoreskan di lembaran-lembarannya.
Terutama tulisan Endah yang menurutku sangat menarik, pilihan besar kecilnya huruf serta ritme penulisan terasa pas dengan latar belakang cerita (sorry Ndah, kalo aku sering ST).
Puisi aliran Curhatisme-nya Mbak Yuli cukup manis buat disimak… semanis…..SENYUMNYA!!!!
Tulisan Ashadi cukup khas dengan bahasa Jawanya yang sempat bikin Hidayah males ikutan nimbrung karena agak kesulitan mbaca tulisan dalam bahasa Jawa (jadi minoritas nih Day ? ). Tentang tulisan Day sendiri ……. alih-alih m’dptkan satu cerita, kita akan menemukan banyak hal di sana.
Tulisan Lina si Purple Girl … begitu ungu ! Sementara Uswatun ‘BluschBuzh’ sering mengajak kita menjelajahi ‘kimia kehidupan’. Thanks to Emi N’thonx ~yang ngga’ kalah ‘njawani’ dg Ashadi~ atas sebuah topik yang mengundang banyak orang menulis di O-Diary ini.
RaCHma ….. tulisannya mengundang senyuman. Never give up, Sist! Lika-likumu menjalani TA hampir sama dg kisahku. Alhamdulillah kita dihadapkan pada kesulitan (ingat … namanya kesulitan, bukan kesusahan) shg kita bisa selalu mengingatNya. Karena kecenderungan manusia jika ditimpa kesulitan akan teringat Tuhannya, sementara jika diuji dg kesenangan ia mudah sekali lupa. Semoga bgmpun bentuk ujian itu, kita bisa memberikan sikap terbaik! Ahh… jadi ingat Aa’ yang telah mengingatkan kita pada Rasul mulia kekasih Allah~Muhammad SAW.
(Buat Endah : )
Tentang tulisan Torang dan Dwi, belum bisa kukomentari. Apalagi tulisanku sendiri, MASA’ JERUK MINUM JERUK ?
Forum ini masih terbuka, semoga masih ada peminatnya dan masih ada kesempatan untuk saling berbagi.
Oya, tolong donk tulisanku dikomentari juga.
Thanks to all of you,
Forgive all my faults.
{Naayni}
Subscribe to:
Posts (Atom)